Showing posts with label fiction (short story-poem-kind of). Show all posts
Showing posts with label fiction (short story-poem-kind of). Show all posts

Thursday, July 27, 2017

4 Babak dalam 1 Coffee Shop



Sebuah coffee shop yang tidaklah terlu luas, tetapi tidak terlalu kecil juga. Terletak tak jauh dari area pemukiman, berhimpitan dengan toko-toko lain di commercial district ini. Ruko-ruko berjejer rapi membentuk sebuah barisan-barisan kecil dan membentuk pola kotak-kotak.

BABAK 1

Gue memarkir mobil, 1 slot ke kanan dari pintu masuk coffee shop.

“Selamat sore dan Selamat datang” sapa 2 barista yang tampaknya terpotong percakapannya oleh bayang pintu yang gue buka.
“Sore” jawab gue sambil menyunggingkan senyum.
“Bisa dibantu dengan pesanannya?” tanya barista cewek dengan rambut dikepang manis.
“Pesen ice Americano satu yah” jawab gue.
“Ok, ko. Ada yang lain? pastry atau small bites-nya mungkin?” tawar si kepang manis.
Sejenak ada keheningan selagi mata gue menjelajah deretan pastry yang ter-display dengan manis di etalase kaca.
“Em, ama yang ini deh satu” kata gue memotong keheningan singkat itu, sambil jari tangan gue menunjuk sebuah pastry dengan topping buah-buahan segar.
“Ok. Semuanya jadi 75 ribu rupiah” tagih si kepang manis yang dari name tag di apron-nya,.bernama Andra,
“Terima kasih. Uangnya pas yah. Nanti pesanannya kami antar yah, ko” kata Andra sesaat setelah menerima uang yang gue kasih.

Wednesday, December 30, 2015

Sofa Berpola Kotak, The Sequel



Duduk membaca buku, dalam diam tanpa kata dan hanya bersentuhan sekali atau dua. Terkira tak perlu ada percakapan panjang untuk membuat kita nyaman dengan keberadaan masing-masing. Tanganku kadang merengkuh bahumu, kepalamu terkadang mampir bersandar sejenak di bahuku, kepalaku terkadang mencari hangatnya sentuhan kulit kakimu, jemari kakimu terkadang bermain usil di dadaku. Tersanding dengan sebuah kue kesukaan dan simple ice tea, kita berdua asik dengan dunia cerita masing-masing.

Fungsi shuffle yang aktif pada music player, sedari tadi secara acak memutar beberapa lagu koleksi kita. Dari lagu mellow kesukaanmu sampai lagu pop opera kegemaranku … dan lagu itu terputar, Lady Marmalade, soundtrack dari film Moulin Rouge. Ketenangan ruangan ini mendadak tersentak. Tercengang saat tubuh mungilmu melompat turun dari sofa yang kita duduki, melepas lilitan jemarimu di rambutku yang mulai panjang.

Kamu berjalan perlahan membelakangiku, berhenti dan menyisakan jarak 2 meter di antara kita. Secara dramatis kamu menolehkan kepalamu sedikit, mencoba melirik mencuri pandang ke arahku dengan kerling nakal. Tanganmu mulai terangkat tinggi dan bergerak perlahan bermain dengan jemarimu sendiri dan perlahan turun menelusuri lekuk tubuhmu. Meliuk mengikuti dentuman ketukan lagu itu.

Friday, May 02, 2014

Kau Dingin



Kau diam, diam dan diam
Bergeming hadapku
Abaikan semua kata cintaku
Berbahasa dalam angan dan duniamu saja

Usai bagiku untukmu
Senyummu telah pergi dari lukisan wajahmu
Kilau matamu telah padam dari danau matamu

Merobek segala harapan
Memupuskan segala keinginan
Dinginmu mematri luka semakin dalam

Sunday, January 26, 2014

Aku Pernah dan Aku Diam



Kupandang wajah bulat itu di cermin.
Kupandang senyum pada kanvas wajah itu ketika segaris bulan sabit tergambar.
Kupandang semua lekuk dan bentuk wajah itu.

Ku desahkan nafasku panjang, menciptakan embun yang memburamkan bayangan di cermin.
Biarlah bayangan itu selamanya menjadi bayangan.
Biarlah bayangan itu selamanya tersembunyi dalam buram.

Pernahkah kau melakukannya? Aku pernah dan aku diam.
Terlahir sebagai anak laki-laki ke dua dalam keluarga. 
Terlahir sebagai anak laki-laki yang itu dalam keluarga.
Terlahir sebagai anak laki-laki carut dalam keluarga.
Pernahkah kau menerimanya? Aku pernah dan aku diam, inilah takdirku.

Monday, October 28, 2013

Sofa Berpola Kotak



“Sayang, makan yuk.” ajakku.
“Yuk, kamu maunya makan apa?” dia mengiyakan dan balas bertanya.
“Apa yah? Chinese food okay juga, tapi pingin juga makan western-westernan, bingung nih, kamu ada ide ga?” jawabku tak menentu.
“Ini aja deh.” dia menyudahi jawaban pendeknya dengan melumat bibirku dalam dan lama.
…. “Gimana?” tanyanya terengah.
“Lagi!” pintaku memaksa sambil menarik jenjang lehernya kembali dan memainkan lidahku dalam mulutnya berdansa dengan lidahnya.
Sesaat bibir kami terlepas dan nafas hangatnya menderu di pipiku.
“Sayang, aku mau main course-nya.” desahku dan mulai melepas kancing-kancing bajunya.
Dia diam dalam deru nafasnya dan tanganya mulai bermain pada resleting celana jeans-ku.

Saturday, April 27, 2013

Musim Semiku


Duh kerjaan ini semakin lama semakin bertumpuk-tumpuk seolah tak ada habisnya.
“Anak ayam turun seratus, mati satu tumbuh seribu, jadi seribu sembilan puluh sembilan”, dendangku ngaco, sambil terus memeriksa dokumen-dokumen perjanjian kerja yang membentuk bukit-bukit kecil di meja kerja sampingku.
Secangkir kopi tidak lupa menemaniku dalam lembur hari ini, SENIN bro SENIN INI!
Kutarik nafas, mendesah panjang sembari kutarik satu bundel lagi dan tanpa sadar aku mendesah semakin panjang takala kubaca sepotong post it dengan tulisan “Pak, ini urgent” dengan gambar smiley face mengakhiri pesan singkat itu.
Ah work hard play hard lah, dengan load kerja seperti ini, aku harus ikut lagi acara Boys Night Out, Jumat ini. Hahaha pikiranku sejenak menjadi berseri mengingat acara yang digagas oleh salah seorang teman di kantor. Boys only with beer, cigarette and random topic buat diomongin ngalor-ngidul, yang ga auh dari cewek tentunya.
SEMANGAT, batinku sambil secara tak sadar mengangkat kedua tangan ini dengan jari tergenggam dan bunyi ping kecil mengalihkan pikiranku.

“Suennnn weekend ini aku ke Jakarta haha, kosongkan jadwal hari Sabtu siang dan kamu harus temuin aku nanti yah”, bunyi pesan darimu dan segera kubalas, “SIAPPPPPPPP.”

Saturday, February 16, 2013

Aku kangen … masih


Ah males banget, tapi kudu beresin kamar yang sudah berdebu dimana-mana *sigh*. Ngelap ini inu, sapu sana sini, beresin isi lemari yang acak adut dan sudut mata ini menangkap bentuk sebuah buku dengan sampul hitam, teronggok dalam tumpukan buku-buku lainnya.

Diam, hanya menatap ke si hitam dan helaan nafas tanpa sadar keluar diiringi dengan senyum datar tanpa inti sejatinya.

Si hitam yang lama tak terlihat dan telah lama hilang dalam memori. Si hitam yang enggan ku buka lagi tapi enggan pula ku musnahkan. Si hitam yang berisi kamu.

Si hitam yang penuh dengan coretan tanganku tentang kamu. Kamu yang membuat segalanya indah dan yang membuat segalanya runtuh, tenggelam dalam pusaran, menghempaskanku dalam dasar gelap sendiri.

Sunday, October 07, 2012

Can you hear me?


Langkahku terhenti.

Kuhisap rokok yang terselip dijemari tanganku. Mengamati jalan lengang berhiaskan daun-daun kering yang sesekali menari dipermainkan angin semilir.

“Ah… daun-daun mulai rontok nih.” desahku

Kulirik jam tangan dan waktu menunjukkan pukul 3 lebih 24 menit.

Salakan anak anjing dikejauhan, menghantam ingatanku akan rumah itu. Yah… rumah itu dan ingatanku kembali ke masa dimana setiap hari kulalui jalan ini menuju rumah itu. 11 tahun berlalu sudah sejak aku dan keluarga meninggalkan lingkungan perumahan ini. Di daerah yang teduh ini, dulunya aku tinggal bersama papa, mama dan kakak-kakakku.

Friday, February 11, 2011

Ketika Hati Ini Meneteskan Air Mata

Ada seorang wanita yang dulu begitu kuat dan tegar. Seorang wanita yang memiliki kekuatan dan semangat tinggi dalam mencari uang untuk membesarkan anak-anaknya. Sementara sang suami yang seharusnya menjadi mesin utama dalam mobil kehidupannya malah tidak jelas orientasinya, hidup dalam belenggu judi dan pelukan wanita lain. Pada saat sang suami berjuang bertahan melawan kegelapan yang mulai menyelubunginya, dia tetap dengan setia menemani setiap menit detik terakhir dalam kehidupan sang suami, mengerahkan segenap cintanya yang masih tersisa untuk sang suami. Dan saat sang suami berpulang, tiada yang mengerti tangisan duka dan kehilangan yang dia rasakan kecuali dirinya dan Tuhan-nya.

Monday, February 16, 2009

Jo

Dia berdiri di sana, memandang keluar jendela dengan sorot matanya yang sendu. Dengan rambut acak terikat ke belakang, sedikit poninya jatuh menutupi dahinya. Dia begitu dekat denganku tapi terasa begitu jauh, seolah dia ada dalam dunianya sendiri, seakan tak sadar dengan suara di sekitarnya. Matanya penuh perhatian tapi seolah dia tenggelam dalam lamunannya sendiri. Dia begitu mencolok karena kecantikannya, tapi juga seolah tak ada yang memperhatikan kehadirannya di tengah sesaknya busway ini. Beberapa kali dia berada di busway yang sama denganku dan setiap saat selalu aku terpesona akan dirinya, dia adalah gadis buswayku.

Thursday, February 05, 2009

hallo, aku suka kamu


ku menatap wajahmu
membelai dalam kejernihan matamu aku berkata “ hallo “

Cinta dan Benci

Pernahkah aku rasakan perasaan ini ?
Tidak … kurasa tidak
Pernahkah aku inginkan perasaan ini ?
Tidak … jelas tidak

Duniaku

Kegelapan disekitarku
Memenuhi segala arah pandanganku
Hanya sinar setitik yang tersisa
Menerangi arah jalan panjang yang harus kulalui

Sebatas Angan

Aku mendambamu
Aku merindumu
Aku mencintamu
Terlena dalam manisnya bibirmu
Tenggelam dalam keteduhan matamu
Jiwaku berteriak
Hasratku memberontak
Gairahku bergejolak
Inginkan hangatnya nafasmu
Inginkan dirimu dipelukku
Cintailah aku kasih
Walaupun hanya sebatas angan
Karena aku tahu kau bukan untukku

sebuah cerpen

Kuayunkan langkahku perlahan menyusuri jalanan di kota ini. Jalanan yang diapit oleh gedung-gedung tinggi perkantoran. Berpusat pada sebuah kolam air besar dengan gaya timur eksotiknya yang khas, berdiri 4 mall raksasa, dengan jembatan penghubung ke masing-masing mall, tepat di setiap empat ujung arah mata anginnya. 4 mall yang terdiri dari North Mall, South Mall, West Mall dan East Mall ini biasa dikenal dengan sebutan The Big Four, yang semakin menambah kesan mewah dan gemerlapnya kawasan ini. Tak kaget jika kawasan ini menjadi salah satu pusat keramaian terbesar di kota ini, sekaligus pusat kemacetan. Jalan yang penuh dengan mobil mewah, angkot, mobil rongsok, sampai motor yang terlalu banyak mengepulkan asap dari knalpotnya, saling berebut untuk mendahului ditambah dengan suara knalpot yang meraung-raung dan bunyi klakson yang memekakkan telinga.

Wednesday, February 04, 2009

shadow


I know I will cry but I dare to try
When loving you makes me feel so alive
I know I will cry but I dare to try
When loving you is one thing that I know
I know I will cry but I dare to try
When loving you is like living in a dream

Tuesday, May 13, 2008

time for bestfriends forever, it's over !

Kulangkahkan kakiku menyusuri jalanan yang sama, menyusuri sudut-sudut kota yang sama. Hampir tak ada yang berubah, everything stay the same, tapi jika dulu kutelusuri jalan dan sudut bersama dengan beberapa pasang kaki, tangan dan mulut, sekarang tinggallah satu pasang kaki, satu pasang tangan dan satu mulut yaitu milikku.

Monday, May 05, 2008

Dirimu


Di sana kau berdiri dihadapanku
Berjalan perlahan ke arahku
Kau membaringkan badanmu di sisiku
Tersenyum dan mengecup bibirku
Merengkuh kedinginanku dalam hangatmu

Cinta

Ketika cinta datang, cinta tidak memberi tahu dulu sebelumnya. Tanpa ada telepon, surat, email, sms sebelumnya. Cinta datang dengan tiba-tiba. Cinta datang tanpa diundang. Cinta tiba-tiba telah ada di depan pintumu, mengetuk dengan keras dan tak sabar.