Wednesday, July 19, 2017

It’s time for LOMBOK TIMUR to be Explored

for more pictures, please check out my Instagram @harry_mdj



5 Hari 4 Malam Menjelajah Pulau Lombok (No Gili): Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah.

It’s time for LOMBOK TIMUR

YES! Bersama dengan 3 teman seperjalanan dari Travel Troopers, penjelajahan pun dimulai dari menit ke 8 sejak kami melangkah keluar dari Bandara Internasional Lombok. Inilah cerita saya di Tanah Sasak.

***
Hari 1 Lombok Timur

Kuliner (halal): Lesehan Rarang, Desa Rarang, Lombok Timur (kalau tidak salah masih di Jl. Raya Mataram. Jika dari airport, mengarah ke Lombok Timur). Mempunyai menu khas dari Desa Rarang, yaitu Ayam Rarang yang merupakan ayam bakar dengan bumbu cabai merah (semacam bumbu bali, jika di Jawa Timur). Masakan ini memakai ayam kampung abg (kecil) yang dipotong-potong (tidak utuh).

Ga suka pedas? Tenang aja, ga pedas kok. Warnanya aja yang gertak sambal, aslinya lebih bercita rasa gurih (teman saya yang tidak suka pedas aja kuat kok makan ayam raring ini). Selain itu juga ada ayam goreng berempah yang enak nikmat pake banget! Ayam gorengnya juga dari ayam kampung abg yang dipotong kecil-kecil. 2 menu tersebut disajikan dengan nasi putih, sup sayur, jerohan ayam goreng dan sambal bawang yang dasyat abis! (ini baru pedas).

Tempat makan lesehannya biasa aja, nothing fancy dan sangat sederhana. Pertama diajak makan di sini ama guide lokal, agak pesimis dan low ekspektasi banget. Begitu jajal sesuap. Bah! Langsung ketagihan dan salah satu experience kuliner terbaik selama di Lombok.
looks delish, right? (photo by Rozy Aldilaza) 
Bukit (easy hike untuk semua umur): Bukit Selong adalah salah satu sekian bukit di Lombok Timur yang menawarkan udara sejuk dan salah satu gardu pandang alami dari pemandangan petak-petak sawah Sembalun.

Tidak diperlukan tenaga extra untuk mendaki gardu pandang pertama dan sedikit menanjak jika ingin meneruskan ke gardu pandang ke dua. Baik gardu pandang pertama maupun ke dua, menampilkan pemandangan yang sama dan tidak terlalu jauh berbeda keindahannya. Di area yang sama juga terdapat desa adat yang bisa di-explore. Jika malas menanjak, di area yang sama juga terdapat warung kopi yang menjual kopi khas Sembalun. Kopinya kopi tubruk dan disajikan dengan kepekatan yang pas bagi selera saya. Enak.
view dari Bukit Selong

cicip-cicip kopi sembalun

Hotel (untuk semua umur): Lembah Rinjani Villa & Resto adalah salah satu hotel yang menawarkan pemandangan Gunung Rinjani dari areanya. Berlokasi di Sembalun Lawang (2 menit berjalan santai dari Jl. Raya Sembalun Lawang), hotel ini merupakan salah satu hotel yang terletak di awal meeting point pendakian ke Gunung Rinjani melalui Sembalun. Dari hotel ke tempat awal pendakian Bukit Pergasingan juga masih walk-able.

Bagi saya, kondisi hotel nyaman, bersih dan relative tenang karena area-nya yang luas. Sayangnya di hotel ini tidak semua kamar dilengkapi dengan fasilitas air panas dan kualitas makanan (dari resto-nya) yang kurang. Untuk makan malam kami akhirnya memutuskan untuk mencari makan di luar hotel saja.

Lokasi hotel juga dekat dengan banyak warung yang berjualan snack ringan dan minuman, baik air mineral maupun yang lain. Warung-warung ini juga menjual pisang goreng yang enak banget. Matangnya dan manisnya pas, apalagi jika dimakan panas-panas di sejuknya udara Sembalun.
view dari belakang hotel
sederhana tapi bersih dan nyaman
warung deket hotel yang jual pisang goreng enak


Kuliner (halal): Pondok Bambu Sembalun adalah sebuah rumah makan semi permanent yang menawarkan menu pecel ayam atau pecel ikan yang disajikan dengan nasi putih dan tempe/tahu goreng.

Terletak tak jauh dari hotel, di Jl. Raya Sembalun Lawang, bisa ditempuh dengan 5 menit berjalan kaki ke arah kiri pada saat mencapai pertigaan jalan. Kondisi rumah makan sangat serderhana tanpa plang nama, tetapi menyajikan menu yang enak dengan harga yang relative terjangkau.
tampak depan siang hari
dinning room
jual kopi sembalun dan black garlic juga
Hari 2 Lombok Timur – Kota Mataram

Bukit (medium to heavy hike): Bukit pergasingan adalah sebuah bukit yang terletak di timur Gunung Rinjani, yang memisahkan wilayah Rinjani dengan Selat Alas dan Laut Flores. Bukit ini menawarkan pemandangan matahari terbit (sunrise) yang sangat indah, petak-petak sawah, perbukitan lain, dan keagungan Gunung Rinjani di sebelah baratnya.

Untuk menanjak ke Bukit Pergasingan dibutuhkan kondisi fisik dan kesehatan yang prima. Awal pendakiannya terletak di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga mencapai puncak di ketinggian 1.700 mdpl. Pada awal-awal pendakian kondisi jalur pendakian memiliki kemiringan hingga 70° yang semakin lama relative semakin melandai. Dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk naik hingga ke lahan perkemahan Pergasingan. Untuk menyaksikan sunrise, kami harus bergerak melewati lahan perkemahan sekitar beberapa ratus meter lagi menuju ke sisi bukit di ujung tertimur. Menggunakan sepatu hiking dalam pendakian ini akan sangat membantu (highly recommended), karena di beberapa tempat jalurnya bisa menjadi licin.

Dingin ga? Tidak terlalu dingin, Cuma sampai belasan derajat saja (around 14° - bulan Juni). Harus nenda di atas? Tidak. Saya dan teman seperjalanan dengan ditemani oleh guide, start jalan dari hotel pukul 3 pagi dans etelah sunrise langsung turun dan mencapai hotel kembali around pukul 9 pagi.

(Khususnya buat traveler laut dan kota) worth it ga dengan segala effort ndaki-nya? WORTH IT banget!

sunrise over Bukit Pergasingan

view Gunung Rinjani over Bukit Pergasingan
Pantai (untuk segala umur): Pink Beach bukan hanya ada di area Komodo, tetapi juga ada 3 di Lombok. Sebutan orang lokal adalah Pink Beach Satu yang paling terkenal dan paling ramai (karena juga bisa diakses melalui jalur darat), Pink Beach Dua yang paling pink pasirnya dan Pink Beach Tiga yang paling panjang garis pantainya. Pada kunjungan kali ini, kami dibawa singgah ke Pink Beach Satu dan Pink Beach Dua. Menurut saya kondisi ke-pink-an pasir pantai (khususnya di Pink Beach Satu paling terlihat jika dilihat dari bukit karang yang ada di sisi pantai (tidak butuh tenaga extra untuk naik ke bukit kecil ini).

Dari dermaga persewaan perahu, dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit untuk mencapai Pink Beach Satu. Kapal-kapal kayu bermotor sewaan di sini memiliki bentuk yang khas dengan lambung yang relative langsing dengan atap yang dihiasi fasilitas-fasilitas menarik, dari pool bed sampai dengan swing chair (masing-masing kapal bisa berbeda).

pilih dulu kapalnya :) swing chair in on top
Pink Beach 1 dari atas bukit
Snorkeling (easy to medium current): Pulau Gambir adalah sebuah pulau karang kecil yang menjadi patokan tempat snorkeling. PUlau karang ini berlokasi sangat dekat dari Pink Beach Satu.

Kondisi underwater-nya bisa saya bilang, salah satu yang terbaik di Indonesia (dari semua destinasi yang so far telah saya kunjungi). Ragam ikan banyak dan terlihat sangat sehat sekali. Begitu juga dengan kondisi coral-nya yang merupakan perpaduan soft coral dan hard coral beragam yang terlihat sehat juga. Arus di sini cukup kencang tetapi masih dalam batasan wajar-wajar saja. Sayangnya saya tidak bisa mengabadikan keindahan underwater Pulau Gambir, karena camera underwater saya rusak di Nusa Penida dan sampai saat kunjungan ke Lombok belum ada gantinya. Untuk aktivitas snorkeling, persewaan kapal melengkapi kapal dengan lifevest dan bisa meminjam alat snorkeling standar yaitu google dan snorkel (tidak ada fin, harus bawa sendiri).

Please do NOTICE bahwa area snorkeling di Pulau Gambir adalah perairan dangkal. JANGAN LOMPAT, turun dari kapal dengan gentle atau melalui tangga kapal. JANGAN MEMBERI MAKAN IKAN juga di tempat ini, karena jangka panjangnya bisa merusak coral. Untuk foto bersama ikan-ikan lucu ada tempatnya sendiri nanti (tidak jauh dari Pulau Gambir – saya lupa namanya). Yuk sama-sama kita jaga kelestariannya.

Pantai (untuk segala umur): Pulau Pasir adalah sebuah gusung pasir yang akan timbul hanya pada saat laut dalam kondisi surut. Gusung ini adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam (sunset) di area Pink Beach.

Begitu laut surut, gusung pasir pun timbul, membawa serta beberapa bintang laut dari beberapa jenis. Please be aware bahwa bintang laut adalah salah satu penghuni biota laut sehingga mereka tetap butuh di dalam air. Jika ingin berfoto dengan bintang laut (biasa oleh awak kapal akan dicarikan tanpa kita meminta) lakukan dengan cepat dan segera kembalikan ke dalam air, supaya bintang laut-nya tetap hidup dan less stress.

sunset over Pulau Pasir
Lembayung Senja over Pulau pasir
***

No comments:

Post a Comment