Friday, February 24, 2017

Jelajah Macau - Half Day (The Venetian, Senado Square, Ruins of St. Paul)

more pictures at my Instagram @harry_mdj


“Besok pagian yak bangunnya.”
“OK.”
“Jangan lupa bawa paspor.”
“OK.”
“Perkiraan sih nyampe sana waktu brunch. Kalau takut kelaperan bawa roti deh.”
“OK.”

Sepenggal percakapan saya dan teman seperjalanan yang terjadi malam hari di Café Malty, di daerah Tsim Sha Tsui. Percakapan berlanjut mencoba mengira-ngira bagaimana dan apa yang akan kami temukan di Macau keesok harinya. Segelas beer Asahi menemani kami untuk sedikit menjadikan malam di musim dingin itu sedikit hangat.

Macau. Hm … actually saya tak tahu apa yang bisa saya kunjungi di sana. Sedikit coretan saya ini hanya berkutat di The Venetian, Senado Square, Ruins of St. Paul dan Mount Fortress. Tak seperti kebiasaan turis Indonesia yang biasanya menghabiskan waktu semalam di Macau. Saya dan teman seperjalanan hanya menghabiskan waktu setengah hari saja di sini. Yes! Setengah hari saja. Lebih detail, sekitar 6 jam saja, haha.

Mungkin ada sedikit kesan yang ingin saya share dan tentunya sedikit general tips selama kunjungan di Macau.

Thursday, February 23, 2017

Hello Hong Kong, (Day 3) The Peak



More pictures at my Instagram @harry_mdj


Di hari ketiga, kami menyempatkan diri ke daerah Causeway Bay karena paket data hp teman saya bermasalah, sedangkan pulsa sudah terpotong.

Di Causeway Bay, Keswick Street, kami temui gedung Grapari Telkomsel, Kedutaan Indonesia, kantor cabang Bank Mandiri dan kantor cabang BNI. Di sebelah Grapari malahan ada toko khas Indonesia yang selain menjual produk Indonesia juga menjual kue-kue basah khas Indonesia.

Tips:
Info ini kami dapat dari mbak-mbak baik hati di Grapari, untuk paket roaming di Hong Kong better menggunakan nomor pra bayar dibandingkan dengan nomor Hallo atau pasca bayar.
Untuk ke Causeway Bay, gunakan MTR (Island Line), turun di MTR Causeway Bay dan lanjut berjalan kaki ke Keswick Street .

Dari Causeway Bay, kami kembali ke Kowloon, menuju ke salah satu temple utama di Hong Kong, yaitu Wong Tai Sin Temple atau biasa disebut juga Sik Sik Yuen Temple. Sebuah rumah ibadah untuk 3 aliran agama (Taoisme, Buddha dan Konghucu). Temple ini mulai dibuka untuk umum pada tahun 1956 dan sejak saat itu selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung yang biasanya datang untuk berdoa menyampaikan permohonannya.
Bangunan tempat ibadah ini juga konon mewakili lima unsur geomantic, yaitu: logam (Paviliun Perunggu), kayu (Gudang Arsip), air (Air Mancur Yuk Yin), api (tempat suci Yue Heungi dan tempat pemujaan Buddha), dan tanah (dinding tanah).

Wednesday, February 22, 2017

Hello Hong Kong, (Day 2) Disneyland



More pictures at my Instagram @harry_mdj
Baca sebelumnya di: hello hong kong, day1- ngong ping

Hari berikut menjelang dan untungnya masih dengan cuaca yang cerah meski tetap dingin dengan suhu around 14°. Highlight dari hari ini adalah Hong Kong Disneyland. Dengan berbekal One Day Pass ticket yang sudah dibeli di hotel tempat kami menginap, saya dan 2 teman seperjalanan memasuki dunia Disney. Dunia yang sejak kecil hanya ada dalam angan-angan saya saja. Yeah, it’s like a dream come true bisa ke Disneyland.

Tips:
Jika mau ke Disneyland langsung dari HKIA (hemat waktu banget sih), di Disneyland ada Left Luggage Service aka. tempat penitipan koper/backpack. Di Disneyland (Fire Dept.) juga tersedia sewa stroller (HKD 100 per hari), rain cover (HKD 50 per hari), dan wheelchair (HKD 60 per hari dan HKD 30 per hari jika pemakai berusia minimal 65 tahun).
Belilah ticket Disneyland di hotel karena selain harga biasanya lebih murah (HKD 565), juga tidak perlu antri lagi di ticket counter di Disneyland yang bisa mengular panjang. Harga tiket Disneyland sudah termasuk semua wahana dan show/parade, kecuali makan, minum, snack dan retail/spesific shops.
Untuk ke Disneyland naiklah MTR (Tung Chung Line, destinasi Tung Chung) dan turun di MTR Sunny Bay. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan MTR (Disneyland Resort Line) dan berhenti di MTR Disneyland Resort. Setibanya naiklah satu lantai ke atas dan keluar dari MTR station dan berjalan sedikit sebelum menemui Main Entrance Gate Disneyland.

Tuesday, February 21, 2017

Hello Hong Kong - (Day 1) Ngong Ping



More pictures at my Instagram @harry_mdj
Di suatu hari Minggu siang yang cukup panas, hand phone saya berbunyi.

“Halo” jawab saya dengan masih digantungi kantuk.
“Har, gue dapat promo kartu kredit ticket ke Hong Kong nih. Tapi gue ga bisa pergi. Secara tuh tiket cuman buat satu orang. Nah gue kan pasti ama bini. Mana gue ada baby juga nih. trus kepikiran aja kalo satu tiket buat lo aja.”
Kampret, batin saya.
“Hong Kong yah, emang berapaan?” timpal saya dengan malas-malasan.
“Cuman 1,2 juta aja PP pakai Cathay Pacific.”
“What! Okay mau” sontak saya terima tawarannya.

Dan di sinilah saya berdiri pada pagi hari yang dingin, menunggu Airport Express yang akan membawa saya memasuki kota Hong Kong dari Hong Kong International Airport (HKIA). Inilah sedikit coret-coretan akan kesan dan sedikit tips selama di Hong Kong.

PS: ini pertama kalinya saya ke Hong Kong. Well, sebelumnya Hong Kong tidak masuk dalam 10 besar wish list saya akan tujuan traveling.
PS lagi: saya bukan penggila belanja, jadi catatan dan tips ini hanya untuk first time traveller di Hong Kong dan tidak termasuk tempat-tempat belanja branded.
PS lagi season 2: saya ke Hong Kong tanggal 2 sampai dengan 6 Februari 2017, dimana ada satu hari saya akan menjelajah Macau (tidak menginap).
PS terakhir (janji!): itinerary-nya super standard dan santai aka. bukan itinerary pergi pagi balik malam.

Friday, January 20, 2017

Menjelajah ke Pulau Ternate di Akhir Tahun




“Desember lho, masih musim ujan?”
“Udah nanya temen lo yang di Ternate?”
“Udah, katanya ga tentu. Kadang ujan kadang ga. Gimana dong?”
“Cus dah!”

2 atau 3 hari menjelang tanggal keberangkatan,

“Eh ini ticket gue bener kan?”
“Lho! Kok November!”
“What! Beneran salah dong gue beli tiket kemarin?”
“Tanggalnya bener tapi kok bulannya November? Desember!”
“Waduh gimana dong. Duh yah udah gue beli lagi!”

Dan dari kecemasan akan cuaca Desember yang cenderung bercurah hujan tinggi sampai drama salah beli tiket dan drama-drama lainnya, kami berenam jadi juga terbang ke Ternate. Lepas dari segala kendala, ternyata direstui dan diberkati benar perjalanan ke Ternate ini, kata teman-teman seperjalanan. Sepanjang perjalanan kami selama 5 hari 4 malam cuaca sangat cerah dengan panas yang terik, meski dibubuhi hujan ringan ketika subuh atau malam hari. Perfect! Dan inilah cerita saya bersama lima teman pejalan lainnya.