Tuesday, December 04, 2018

Singapore Tipis-tipis 2018

more pictures in Instagram @harry_mdj

“Har, jatah replace off lo masih ada dua hari lho.”
“Oh iya! Yang dari acara GWK kemarin.”
“Iya. Hangus lho akhir bulan ini.”
“WHAT!”
“Replace off maksimal cuma 30 hari sejak diajuin.”
“WHAT! … duh kemana yah? Masa diambil cuma buat bengong di rumah?”

Dan 2 minggu kemudian, berdirilah gue di jalur antrian imigrasi kedatangan di Terminal 4 Changi International Airport.

Transit? Nope. Sejak terakhir kalinya gue ke Singapore (tahun 2012), akhirnya 6 tahun kemudian baru kesempatan balik lagi ke negara ini. Explore till drop? Nope. Gue lagi pingin jalan-jalan malas. So 4 hari 3 malam di Singapore, ga banyak tempat yang gue kunjungi.

***
Beberapa tempat yang gue kunjungi kali ini ga sepenuhnya baru-baru banget sih dan juga beberapa tempat adalah tempat-tempat lama yang memang belum pernah gue kunjungi sebelumnya atau juga karena emang barusan tahu, khususnya tempat-tempat makan.

Central Perk
Buka pada akhir tahun 2016, Central Perk Singapore adalah satu-satunya Official Warner Brothers Licensed Café di luar United States.
Bagi penggemar serial sitcom Friends, pasti ga asing dengan nama dan what Central Perk looks like. Berlokasi di Central Mall (Magazine Road, close from MRT Clarke Quay Station – exit to New Bridge Road), Central Perk tidak hanya menghadirkan café dengan setting-an yang akan membawa kita ke dalam sitcom itu sendiri tetapi juga selalu memutarkan episode-episode dari serial Friends pada giant screen di tengah-tengah café.

Menu-nya pun juga tidak lepas dari 6 karakter utama dari Friends (Rachel, Monica, Phebe, Joey, Chandler dan Ross). Selain itu di sisi salah satu café juga terdapat museum kecil yang merupakan citra dari dapur Monica dan 2 pintu kamar Joey dan Chandler serta beberapa barang-barang iconic lain seperti Gladys, Hugsy, dan lain-lain.

Meskipun untuk ukuran harga cenderung middle up tetapi bagi gue yang diehard fans-nya Friends, totally worth it. Seru! You have to go here, while you were in Singapore.

Central Perk
Monica's
Hugsy!
Gladys
Familiar?
Legendary couch

Gardens by The Bay
Tahun 2012 saat gue naik Singapore Flyer, gue melihat untuk pertama kalinya 2 iconic dome dari Gardens by The Bay sedang dalam progress construction. Tahun 2018 akhirnya gue punya kesempatan untuk melihat isi dalamnya.

Flower Dome
It’s a giant rumah kaca yang isinya adalah tanaman-tanaman asli, baik yang berbunga maupun tidak, dari beberapa benua di dunia ini dari rerumputan sampai pohon-pohon besar. Penataan taman juga dimeriahkan oleh beberapa karakter-karakter kartun dan cerita dongeng legendaris, lengkap dengan ornament-ornament yang sangat menarik.

Inside the dome
Winnie and Piglet
Another fairy tale

Cloud Forrest
It’s also a giant rumah kaca yang isinya juga terdiri dari bunga-bunga dan tanaman dari beberapa benua dengan center sebuah vertical garden yang sangat besar dan tinggi dengan skywalk yang sangat indah beserta air terjun buatan yang tinggi.

Giant Waterfall
Some pool
Sky bridge
Supertree Grove & OCBC Skyway
Terdiri dari beberapa pohon buatan besar yang me-represent (what they call) super tree dengan vertical garden di sisi pohon dan permainan lampu. Beberapa super tree juga terhubung oleh sky walk yang bisa dinaiki dan dilewati oleh pengunjung. Pada jam-jam tertentu di malam hari, akan ada pertunjukkan musical lighting yang sangat menghibur.

Supertree Grove
OCBC Skyway
Musical Lighting
Jamie’s Italian
Jamie by Jamie Oliver pastinya. Restoran yang bertajuk masakan Italia dengan range harga yang menurut saya di middle high. Tastenya enak meski untuk Indonesian (khususnya bagi pecinta makanan pedas) mungkin sedikit boring. Jangan ragu untuk meminta potongan rawit supaya lebih kicking rasanya.
Dinning area
Bar and kitchen
Pasta!
Vivo City
Sebuah mall yang sudah lama berdiri di Singapore, yang juga merupakan titik cable car maupun Sentosa Express bagi pengunjung yang ingin menyeberang ke Sentosa Island. Seingat gue, mall ini juga merupakan titik harbor bagi beberapa kapal pesiar mewah di Singapore. Tahun 2004 seingat gue, gue dan teman-teman check in ke kapal pesiar Star Virgo ke Malaysia melalui bangunan yang sama di Vivo City.

Nam Kee Pau
Salah satu stall di deretan island stalls di Vivo City lantai bawah yang menyajikan beberapa penganan ringan seperti siumai, bakpao (dari ukuran kecil sampai yang gede banget), gluten rice (intinya bakcang sih tapi ga dibungkus daun) yang enak dan tasty. Rekomendasi gue sih bakpao ama siumainya sih.
Outletnya
Siumai-nya juicy and tasty
Manis-manis gurih babik!
Mr Bean
Selain menjual minuman sari kedelai, stall yang satu ini juga menjual semacam mini pancake dengan beragam filling. Rekomendasi saya yang egg with ham. Quite tasty lho dengan lumeran kuning telur setengah matang dan salty savory dari ham.

Outlet Mr Bean
True!
So good

Ben & Jerry’s
Outlet dari ice cream ini banyak ditemukan di Singapore dengan ragam pilihan rasa. Bagi gue sih tetap lebih enak Haagen Dazs sih. Jadi kurang rekomen buat Ben & Jerry’s. Harga? Beti-beti lah ama Haagen Dazs, jadi mending Haagen Dazs-nya sekalian.

Gini deh
Henderson Waves
Mau spot gratis? Instagramable? Sehat? Heits? yah ke Henderson Waves. Membujur 36 meter dari permukaan tanah, Henderson Waves merupakan jembatan pedestrian tertinggi di Singapore yang terletak di Henderson Road. Berdiri pada tahun 2008, jembatan ini menghubungkan beberapa taman yang terbelah oleh jalan raya. Henderson Waves juga mempunyai pemandangan yang cukup indah dengan lantai full kayu dengan lekuk-lekuk yang menarik. Biasanya jembatan ini selain ramai dikunjungi wisatwan, juga ramai sebagai penyeberangan orang-orang yang berolah raga lari dari taman satu ke taman lainnya.

Kenapa sehat? Karena untuk mencapai jembatan ini, pengunjung harus melewati jalur pedestrian yang cukup panjang dan berkelok naik atau short cut yang berupa puluhan anak tangga. Sehat kan!

Jika ingin explore semua taman yang layaknya hutan kecil, jangan lupa bawa mosquitos spray/lotion yah. 
36 meter di atas permukaan tanah
"short cut" stairs
View from Henderson Waves
ala-ala lha yah

People’s Park Center
Sebuah komplek besar hunian apartment di jantung Chinatown Singapore, PPC juga dilengkapi dengan aneka ragam tempat kuliner dan pusat perbelanjaan.

Old Chengdu
Menyajikan beberapa macam makanan khas Chengdu dengan specialty makanan dingin pedas ala Chengdu. Kind of cold salad yang terdiri dari cukup banyak pilihan isinya (mostly not vegie dengan dominasi babi). Pilihan isi akan diracik bersama bumbu-bumbu dan saos cabe serta irisan seledri baik batang maupun daunnya (seledri yang besar, bukan yang buat bakso). Pedas, segar dan nikmat!
Outlet-nya
Pilihan isi
Tadaaaa, porsinya gede ternyata bsia buat berdua atau bertiga

Bao Tan Xia
Menyajikan penganan yang didominasi roti-roti dengan filling. Filling-nya mostly adalah savory aka. berbau daging-dagingan. Rekomendasi gue adalah semacam flat bread yang di tengahnya diisi dengan sweet pork belly (samcan babi kecap gitu lha) dan irisan mentimun. Sumpah ini enak banget!
Outletnya
Heaven!
Temple Street Chinatown
Membujur menbentuk lorong-lorong yang penuh sesak dengan toko-toko yang berjualan (mostly) souvenir. Chinatown adalah tempat favorite gue baik sekedar berjalan-jalan saja atau memang hunting souvenir di Singapore. Murah meriah! Terkoneksi oleh lorong-lorong pedestrian yang lebar, dari Pagoda Street, Temple Street, Smith Street sampai ke ChinatownComplex, toko-toko buka dari pagi hari hingga larut malam.

Tak hanya souvenir yang bisa dengan mudah ditemukan di sini tetapi segala macam kuliner Singapore ada di sini. Untuk kuliner, wisatwan bisa juga meng-explore lebih jauh dengan berjalan sedikit dari Chinatown ke Neil Road, Duxton Hill dan Tanjung Pagar Road yang penuh dengan café-café dan resto-resto yang menawarkan menu-menu dari beberapa negara.
Buah segar asam berbalur caramel candy manis
Oyster Omelette
Some flat bread with duck filling
Duxton Hill
LeNu Chef Wai’s Noodle Bar
Tak menahu dengan pasti apakah outlet lamien ini ada dimana saja di Singapore, but gue menemukan outlet LeNu di lantai bawah dari Bugis Junction.

One of the best lamien for sure! Kuahnya kaya akan rasa tetapi light, daging-nya juga melting in your mouth dan mie-nya pas banget tektur dan ukurannya. You have to eat here. Gue loveeee banget ama lamien ini.

Outletnya
Pesen yang ini
Original
Abis dicampur cabe

Buddha Tooth Relic Temple and Museum
Terletak di Chinatown, kuil dan museum yang menyimpan relic dari Sang Buddha ini dibuka untuk umum (free admission) sejak tahun 2007. Pengunjung dengan batasan-batasan tertentu dapat menikmati keindahan gaya arsitek dari Dinasi Tang dan juga ribuan patung Buddha. 

Harap menggunakan pakaian dan berprilaku yang sopan saat berkunjung dan mengambil foto.
The Temple
ACALA
Main Entrance


***

1 comment: