Monday, March 26, 2018

It's Time for IRAN! - YAZD (include BAFQ & FAHRAJ)


more pictures in Instagram @harry_mdj

Pertama kali dengar tentang Negara ini pada tahun 1980-an. Pertama kali diajak ngebolang ke Negara ini pada tahun 2016. Pertama kali keracun dan memutuskan buat ngebolang ke Negara ini pada tahun 2017. Pertama kali menginjakkan kaki ke tanah Rumi ini pada tahun 2018. Akhirnya setelah penantian berbulan-bulan, It’s time for IRAN!
Blank? Baca ini dulu: It's Time for Iran

Kota kedua yang kami (gue dan 2 teman seperjalanan) kunjungi adalah Yazd (+ melipir jauhan dikit ke Bafq dan Fahraj). Kota tertua di dunia yang masih dihuni sampai saat ini, terletak sekitar berkendara 4 jam dari Isfahan. Yazd juga merupakan ibukota propinsi dari Propinsi Yazd. Yazd sangat terkenal dengan situs-situs agama Zoroastrianism dan bagian old town atau old city Yazd juga tercatat sebagai UNESCO World Heritage Site. Sebuah kota cantik yang menjadi favorite saya selama jelajah Iran.

Artikel ini, it’s all about “ga short-short banget” city tour di Yazd. We had only literally 29 hours in Yazd (include sleeping time). Such a short time! I KNOW, RIGHT! So yuk tengok kemana saja kami ngelayap di Yazd. It’s Yazd in 29 hours.

Note: semua catatan bisa saja tidak valid setelah masa waktu tertentu. Catatan ini murni pada apa yang terjadi saat kunjungan gue. Jelajah Iran dilakukan di akhir bulan February (musim dingin). Winter is here! Suhu rata-rata: di malam dan dini hari adalah 4 sd. 8 derajat celcius, sedangkan di siang hari mencapai 10 sd. 14 derajat celcius. Suhu di Tochal Ski Resort lvl 5 adalah minus 4 derajat celcius dan di lvl 7, minus 9 derajat celcius.

***
Keheningan pagi yang kelam, begitu tenang menghanyutkan. Semilir angin musim dingin yang sesekali lepas dari pertahan lapisan jaket, menghujam menghantarkan rasa dingin menggigit ke syaraf-syaraf indra penerima. 3 anak manusia berdiri di pinggir jalan, sesekali bergidik kedinginan. Taxi yang ditunggu untungnya datang tak lama sejak kami melangkah keluar dari hostel (4.45 am).

Kembali ke Kaveh Bus Terminal (Isfahan) dan dengan Bus Royal Safar (IRR 160.000 per seat. Beli tiket sehari sebelumnya, saat sampai di Isfahan) kami akan menempuh perjalanan darat selama 4 jam, menuju ke Yazd.

Note Kecil:
Kaveh Bus Terminal adalah terminal bus besar di Isfahan dengan belasan loket beragam provider bus antar kota. Lokasi loket mereka tidak berjajar, tetapi masing-masing area berisi 2 vendor. Area-area yang terkoneksi di sisi depan tersebut, memanjang ke samping dari sisi (terujung) Bus Royal Safar hingga sisi ujung lainnya, Bus Hamsafar. Semua bus bertuliskan VIP tetapi memang bus-nya beda-beda. Bahkan sesama Bus Royal Safar, kondisi bus-nya bisa berbeda. Contoh: kondisi Bus Royal Safar yang kami beli dengan rute Tehran – Isfahan lebih bagus daripada bus rute Isfahan – Yazd.
bus paling pagi ke Yazd
Sesampai di Yazd Bus Terminal (10.00 am), kami segera membeli tiket ke Shiraz (untuk keesok harinya) dan meluncur dengan taxi menuju Badgir Hostel (biaya IRR 150.000 per taxi).
Yazd Bus Terminal. Cakep yak!
Lucky us! Karena February adalah masa low season (winter), maka kami diijinkan early check in. Lumayan bisa cuci muka, ganti pakaian dan menyimpan backpack kami di kamar (mixed dormitory).

Note Kecil:
Badgir Hostel adalah sebuah hostel dengan letak yang strategis. Posisi hotel ada di area old town/old city of Yazd. Staff-nya ramah, helpful dengan bahasa Inggris yang bagus sekali. Kami mengambil mixed dormitory di Badgir dengan kondisi kamar dan kasur yang bersih dan nyaman. Kamar mandi bersama dan toilet bersama juga relative banyak. Badgir juga menyediakan banyak spot buat duduk-duduk santai ala Persia di area taman dalam yang nyaman dan hangat (meski di musim dingin). Convenience store juga masih walkable dari Badgir (ke arah jalan raya). 

Badgir Hostel
area umum nongki-nongki ala Persia
mixed dorm
Abis beberes sebentar, kami kembali sadar kalau perut keroncongan karena ga sempat makan pagi di Isfahan (early check out) dan ternyata snack box dari bus Cuma 1 kue, 1 biskuit dan 1 juice box (ngarepnya snack box kayak rute Tehran – Isfahan). Masih ada waktu buat cari lunch sebelum dijemput oleh Irans Travel buat jalan-jalan ke Bafq Desert.

Muter-muter cari yang namanya restoran atau apalah, ga ada sama sekali yang buka. Restoran Batar (yang direkomendasikan oleh Badgir) juga sudah persiapan tutup, padahal masih pukul 11.00 siang. Berakhirlah kami borong cemilan di convenience store sebagai menu makan siang.

Batar Restaurant. Enak lho! Murah lagi karena porsi jumbo.
menu di Batar (keesokan harinya)
Note Kecil:
Kami lupa hari kedatangan kami ke Yazd adalah hari Jumat. Hari Jumat adalah hari Minggu-nya orang Iran. Kebanyakan toko dan restoran tutup. Untung saja beberapa convenience store habis Ibadah Jumat masih buka.

Jadwal penjemputan untuk Bafq Desert Tour yang seharusnya pukul 01.00 pm, nampaknya berubah lebih awal dan tepat pukul 12.30 pm, driver-nya sudah nongol di hostel. Dan 15 menit kemudian kami sudah meluncur menuju ke Bafq. Bafq sendiri sebenarnya adalah sebuah kota kecil di Propinsi Yazd yang berjarak kurang lebih 1 jam sd. 1,5 jam berkendara dari kota Yazd. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan ala-ala Timur Tengah yang sangat indah meski terlihat gersang.

Note Kecil:
Untuk desert tour sebenarnya ada beberapa pilihan tour. Random aja sih kami pilih yang Bafq (aka. Bafgh). Seperti umumnya tour di Iran, mereka tidak membuka open tour, kayak di negara lain, yang 1x tour merupakan kumpulan dari beberapa orang dari beberapa hostel. Di Iran umumnya sewa mobil kapasitas 4 penumpang (bisa dipakai sendiri atau sharing dengan turis lain). Kami membeli desert tour ini di Irans Travel (www.iranstravel.com dengan contact iranstravel@gmail.com – very recommended guys). Harga tour-nya adalah USD 22 per orang (untuk 3 orang dalam 1 mobil) sudah termasuk refreshment, camel ride, driver dan heater car. Kami juga menambahkan paket dinner (fresh chicken kebab) dengan harga USD 5 per orang. Sounds agak mahal but trust me guys, totally worth it!

Sejenak kami berhenti di kota kecil Fahraj untuk mengunjungi Masjid dari abad ke 7, Fahraj Jame Mosque. Sebuah Masjid kuno yang merupakan peninggalan dari era Islam awal di Iran. Masjid-nya kecil saja terbuat dari bahan batu bata yang dikeringkan secara alami oleh panas matahari. Unik dan tampak sangat tua dan bijak. Well usianya saja sudah lebih dari 1.400 tahun. 

Fahraj Jame Mosque
Perjalanan ke Bafq kembali terhenti untuk narsis dikit dengan pemandangan pegunungan tandus yang indah sekali. Perjalanan berlanjut dengan tenang sambil kami menikmati snack (what they call refreshment) yang dibagikan oleh driver. Wafer lokal, mineral water dan juice can.

nepi bentar di pinggir jalan nih
Sampai di Bafq Desert, kondisi agak mendung dengan suhu yang masih saja dingin (ya iyalah, kan lagi musim dingin). Surprise! Sama driver-nya kami digiring memasuki traditional tea house yang ada di pintu masuk desert untuk menjajal minum teh ala Persia (ga disuruh bayar lagi. Kayaknya include paket tour meski ga di-mention di “what’s included”). Lucky us! Gundukan traditional tea house sekalian menjadi tempat teduh waktu tetiba mendung berubah menjadi hujan yang cukup lebat.  
Traditional Tea House
Note Kecil:
Iran cukup terkenal dengan kualitas teh-nya. Cara Iranian menikmati teh adalah dengan memasukan bongkahan kecil gula ke mulut dan dilanjut dengan menyesap teh panas perlahan.

Hujan reda (akhirnya!) dan kami pun menjajal menaiki onta. Bumping banget sih menurut gue dan karena ga terbiasa, jadi takut jatuh dan pingin buru-buru kelar. Apalagi pas melewati gundukan pasir-pasir, bikin tambah serem buat gue.
best capture haha
Done with camel ride, kami sempatkan waktu beberapa lama untuk menikmati indahnya bentangan pegunungan pasir yang seolah tak berujung sampai ke ufuk barat, dimana sang pijar mulai beranjak ke buaiannya.

Next event? Kami kira makan, ga tahunya driver membawa sebuah keranjang plastik dan membuka sebuah permadani di tengah padang pasir dan … kami piknik! How awesome was that? Teh mint, crackers dan buah segar pun diedarkan sebagai teman bercengkrama dan menikmati penghujung senja di Bafq Desert.

piknik!
sunset over Bafq Desert
Note Kecil:
Jangan heran jika kita menjadi selebriti dan banyak yang akan berusaha mengajak ngobrol meski bahasa Inggris mereka jauh lebih terbatas daripada kita yang bahasa Inggrisnya kadang pas-pas-an. Pas lagi enak-enak piknik, eh ada rombongan tv lokal yang datang dan meminta ijin untuk interview dan shoot sebagai bahan tayangan media mereka. Ditanggepin? Iya dong, lumayan lah masuk tipi lokal Iran. Bahkan mereka menawarkan kami dengan gratis untuk mencoba 4 WD Car Rides di Bafq yang memang dikomersialkan, selain ATV Bike. Cuma, randomly, kami tolak.

Usai piknik, driver ijin kembali ke mobil untuk menyiapkan makan malam kami, while kami bisa menunggu sembari muter-muter desert lagi atau mau lihat driver nyiapin chicken kebab. Rasa penasaran membuat kami tak urung men-skip how the driver will cook our dinner. Mobil memang masih di area parking desert tetapi terparkir di ujung terjauh. Batu-batu di tumpuk dan jadi deh panggangan (arang dan bahan baku lain di bawa dari Yazd). Bertusuk-tusuk ayam berbumbu pun mulai mendesis, sementara roti-roti lebar tipis sebesar tampah dikeluarkan dari keranjang. Mineral water dan soft drink cans pun mulai beredar. Awesome! Kami menikmati dinner dibawah langit kelam (bulan sama bintangnya pada bermunculan lho) dengan diterangi lampu mobil yang diparkir menghadap ke karpet yang kami tebar sebagai alas piknik makan malam. What a dinner! I love it!

Dinner! Ayam-ayam kebab yang di piring gue tuh baru 1/3 porsi
Note Kecil:
Kebab di Iran layaknya di Turki mengacu pada cara mengolah daging (ayam, sapi, domba) dengan cara di bakar. Bukan terbatas makanan kebab kayak di Indonesia.
Porsi Dinner dari Irans Travel ini pun juga porsi jumbo. Tuh roti tipis seukuran tampah, satu aja kami ga habis (driver juga kami ajak ikut makan bareng), padahal ada tiga. Begitu juga potongan-potongan ayam yang banyak banget. Sisa potongan ayam sampai kami bungkus buat tambahan menu sarapan besok pagi.

Esokan harinya, thanks God, matahari bersinar cerah. Jelajah old city Yazd pun dimulai sesaat setelah kami selesai menikmati sarapan di hostel.

FIRST STOP in Yazd! Old Town/old City of Yazd (Highlight of Yazd).
Old city of Yazd, atau biasa juga disebut old town, mempunyai area yang cukup luas. Merupakan, literally, kota tertua di dunia yang sampai saat ini masih di huni dan mempertahankan keasliannya, serta menyabet status sebagai World Heritage Site. Jajaran pintu-pintu rumah dari kayu dan tembok-tembok tanah membentang membentuk labirin yang cantik sekali. Kemonotonan itu terkadang terpecah oleh sebuah toko roti jadul atau sebuah workshop kecil dari pengrajin handicraft tempa.  

Lorong-lorong jalanan sempit bersimpang siur membelah bangunan-bangunan dengan model dan karakteristik yang sama. Sangat membingungkan dan gampang membuat kita tersesat. Thanks God, google maps sangat akurat di sini, jadi kemana kami berbelok, kami mendapat arahan yang tepat menuju ke Jame Mosque of Yazd.

jalanan di old town
cakep yak pintunya!
toko roti
art workshop
so calm and peaceful
SECOND STOP in Yazd! Jame Mosque.
Jame Mosque di kota Yazd, adalah Masjid Agung dari kota Yazd yang berdiri sejak abad ke 12. Didirikan pertama pada jaman Dinasti Al-e Bouyeh, Masjid ini merupakan salah satu peninggalan bangunan di eranya yang mengagumkan. Masjid ini konon didirikan di atas bekas lokasi fire temple (temple dari agama Zoroastrianism).

Jame Mosque mempunyai 2 pintu. Kami, karena datang dari sisi old city belakang, memasuki Masjid ini dari pintu belakang dan harus berjalan ke pintu utama, untuk membeli tiket masuk terlebih dahulu. Waktu kunjungan kurang lebih 1 jam atau kurang. 
Jame Mosque of Yazd
Jame Mosque of Yazd
NEXT STOP in Yazd! Amir Chakhmaq Complex (Amir Chakmak Square).
Amir Chakmak merupakan bangunan yang melatar belakangi sebuah square atau alun-alun utama kota Yazd. Banguan “1 sisi” ini sangat terkenal dengan ceruk-ceruk simetrisnya dan didirikan antara abad ke 15 sd. abad ke 16 (jika sempat kunjungi pada saat petang. Sangat indah dengan hiasan lampu-lampunya). Masjid dengan nama yang sama, sumur kuno, pemandian, penginapan, tekyeh dan lain-lain, pernah dan sebagian masih berkumpul menjadi sebuah “koloni” kecil di area ini. Waktu kunjungan kurang lebih 1 jam atau kurang.  

Amir Chakmak Square
Note Kecil:
Di salah satu sisi square (lihat foto) terdapat toko kecil yang menjual juice dan macam desert lokal. Kami menjajal faluda (semacam cendol dengan ukuran kecil-kecil) yang sangat segar dan enak, serta menjajal ice cream lokal dengan layer berbagai rasa, yang salah satunya adalah rasa saffron.

faluda dan ice cream
tokonya nih
NEXT STOP in Yazd! Water Museum.
Tak jauh dari Amir Chakmak, cuma menyeberang saja, terletak pintu ke Water Museum of Yazd. Pintunya sangat kecil dan hampir melebur dan tampak kurang mencolok di deretan pertokoan yang memadati semua jalan daerah Amir Chakmak.

Water museum ini terdiri dari beberapa level dan tidaklah terlalu luas. Museum ini memamerkan segala atribut, alat dan kemajuan teknologi terkait dengan perairan di Iran, khususnya di Propinsi Yazd. Waktu kunjungan kurang lebih 1 jam atau kurang. 
pintu masuk Water Museum of Yazd
pose dulu
LAST STOP in Yazd! Khan Bazaar.
Perjalanan kembali dari Water Museum ke Badgir Hostel, kami melewati Khan Bazaar. Beberapa pintu masuk tampak sangat besar di pinggir jalan raya dan menunjukkan jajaran toko-toko yang ada di dalam labirin bazaar. Layaknya bazaar di seluruh penjuru Iran, Khan Bazaar adalah literally pasar kering dari penduduk lokal untuk membeli perlatan dan perlengkapan sehari-hari.

Khan Bazaar
That’s it!
Setelah sampai kembali di Badgir Hostel, kami bersiap untuk menuju kembali ke Yazd Bus Terminal. Selanjutnya kami akan menuju ke Shiraz dan Persepolis.

***

1 comment: