Saturday, February 06, 2016

The Mdj's #FindingCoffeeShop #Serpong - Battle 1 (Voyage, Asagao, & Scandinavian)



Gue asli Malang, merantau sejak umur 24 tahun. Yogyakarta, Surabaya dan akhirnya keseret arus urbanisasi, menginjakkan kaki juga di Jakarta. Kurang lebih 9 tahun gue tinggal di Tanjungduren, Jakarta Barat, dan akhirnya settle down di Serpong.

Hobi clubbing di umur 20-an akhirnya beranjak menjadi hobi nongkrong di coffee shop aja. Entah kenapa, dulu yang suka music jedag-jedug akhirnya sekarang lebih enjoy dengerin music random dengan segelas kopi. Sebut saja cappuccino, mochaccino, coffee latte, piccolo dan americano adalah minuman kopi yang gue suka. Dari semua jenis, gue so far paling suka adalah cappuccino dan overall kopi yang gue suka adalah jenis yang pahit biasa, bukan yang asam.

Apakah gue ahli kopi? NO, gue ga ngerti kopi jenis ini itu bla bla bla. Apakah gue penggila kopi? NO, kadar gue ngopi biasa aja. Ngopinya dimana? Di kantor kalo ngantuk tak terkira dan coffee shop. Jadi siapakah gue? Gue cuman seorang yang suka ngopi aja sambil duduk-duduk di coffee shop. Biar dikata gaul? Entah percaya apa ga, gue ga merasa gaul minum kopi di coffee shop, secara tampang gue lusuh banget dibanding pengunjung lain yang sebagian tampak all out banget. Salah mereka? Ga, for me semua orang bebas nikmatin kopi apapun dan dimana pun dan pakai apapun.

Anyway, gue sudah tinggal di Serpong for 2 months lebih dan setelah keribetan pindahan dan ina inu berlalu, maka jiwa gue haus akan nongki di coffee shop lagi. Bukan coffee shop with international branded kayak Starbuck, Coffee Bean dan setipikalnya yang gue kangenin (kalo Starbuck mah ada di depan kantor). Yang gue maksud adalah coffee shop-coffee shop indie. Lokal aja dan mostly ga punya cabang.

This is my story of #FindingCoffeeShop #Serpong. Penilaian gue dan basian-basiannya murni adalah subjektifitas. In my opinion, selera itu subjektif banget jadi ga selalu bisa jadi patokan secara general. Apa yang gue bilang ok mungkin extra ordinary bagi yang lain, yang gue bilang enak mungkin sampah bagi yang lain. So semua penilaian dan review gue murni berdasarkan dari selera gue. Jadi yang ngecap gue, yang nilai gue, yang nulis gue, yang nentuin juga gue.

Let’s the battle begin.

1.     Voyage Coffee & Desserts
Lokasi: Ruko Sparks, Gading Serpong
Review: Area duduk yang luas sebanyak 2 lantai, ada area indoor dan outdoor. Ditata dengan cozy dan nyaman. Kasir ada di sisi depan tetapi tidak ada etalase cakes sehingga ga ada gambar visual tentang dessert yang akan dipesan. Pelayanannya very nice, entah yah tapi feels very welcome here. Kopinya (cappuccino) standard dan kopi asam serta kurang panas. Desserts-nya? Entah, sampai sekarang belum pernah nyoba, tapi kata temen sepernongkian, enak tapi nothing special.
Score: overall for me, 7.8 out of 10
.
2.     Asagao Coffe House
Lokasi: Ruko Graha Boulevard, Gading Serpong
Review: Area duduk yang sempit dan terbatas, dengan penataan yang cozy but for me less comfy. Coffee shop ini unik karena bertema Jepang. Kasir ada di samping dan almost ga kelihatan, dengan menu yang tertera di sebuah papan di sisi depan (agak kurang nyaman buat gue), dengan etalase cakes di sampingnya. Pelayanannya (saat gue berkunjung) just ok. Kopinya (piccolo) standard dan kurang panas dan ga cocok ama selera gue karena kopi asam. Pastry-nya standard aja, gue pesen semacam pie dengan filling looks like taro (kata kasirnya rasanya seperti ketan hitam).
Score: overall for me, it’s 6 out of 10

3.     Scandinavian Coffe Shop
Lokasi: Ruko Graha Boulevard, Gading Serpong
Review: Area duduk yang cukup luas, dengan penataan yang cozy dan nyaman. I like it. Ada area indoor dan outdoor. Semua meja dilengkapi colokan listrik, even di meja-meja outdoor (colokannya biasa aja tapi ditutupin food container plastic, hm kurang sesuai dengan tema, secara pertamanya gue kira sampah). Kasir di sisi depan dengan etalase cakes di sampingnya. Pelayanannya (saat gue berkunjung) sangat standard, kurang in touch dengan customer, in my opnion. Kopinya (cappuccino) enak meski kurang panas dan cake-nya (gue pesen something with lychee and watermelon) so damn nice! Harga cake-nya menurut gue mahal, tetapi worth it.
Score: overall for me, it’s 8.5 out of 10

Again, it’s just my personal review, based on my experience and personal taste. So ga bisa digeneralisasi. Harus datang sendiri dan mengecap sendiri baru tahu apakah kita punya selera yang sama or not. So Battle 1 of my #FindingCoffeeShop #Serpong dimenangkan oleh Scandinavian Coffee Shop.

See you on Battle 2.

No comments:

Post a Comment